Kementerian PUPR Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0 dengan Berbagai Tahapan dari Penyelenggaraan hingga Pemeliharaan Jalan

Foto/Ilustrasi: Logload/Anisa Anindita

Jakarta – Berdasarkan Surat Keputusan Menteri PUPR Nomor 290/KPTS/M/2015 tentang Penetapan Ruas Jalan Menurut Statusnya Sebagai Jalan Nasional dan menurut SK Menteri PUPR Nomor 248/KPTS/M/2015 tentang Penetapan Ruas Jalan dalam Jaringan Jalan Primer menurut Fungsinya sebagai Jalan Arteri (JAP) dan Jalan Kolektor-1 (JKP-1), maka Kementerian PUPR pada tahun 2019 menargetkan 525.629,93 meter.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto saat jumpa pers, di Media Center Kementerian PUPR Jakarta, Kamis (21/02). “Angka tersebut dibagi menjadi dua, yakni 496.080 meter jembatan dan 47.071 km jalan tol yang di dalam pengelolannya menggunakan sistem Internet of Things (IoT),” katanya.

Lebih lanjut, Sugiyartanto menambahkan bahwa memasuki Industri 4.0, Kementerian PUPR memiliki beberapa data yang lebih handal dan model prediksi yang lebih presisi guna program pemeliharaan jalan dan untuk peningkatan kinerja jaringan. “Adapun datanya, antara lain cloud computing, artificial intelligent, machine learning, Internet of Things (IoT) dan big data,” ungkapnya.

Secara rinci, Sugiyartanto menjelaskan mengenai konsep IoT yang digunakan untuk jalan dan jembatan, yakni Input Data, Cloud Storage dan Computing di Pusdatin Kementerian PUPR, Call and Information Center Analysis Center, serta P-SIDLAKOM.

“Bina Marga menerapkan beberapa teknologi dalam penyelenggaraan jalan dan jembatan, diantaranya Planning and Programming menggunakan teknologi SiTIA dan IRMS V.3/RAMS, Survei Investigasi, Design dengan Sistem Informasi Investigasi Tanah, Land Acquisition dengan Sistem Informasi dan Monitoring Pengadaan Tanah Jalan Tol, Konstruksi dengan Sistem Pengawasan Pekerjaan Konstruksi yang tahun ini dalam tahap pembuatan. Kemudian tahap eksekusinya atau Operation and Maintenance terkait sistem Aplikasi Jalan Kita (JAKI), Instop, INVI J, WIM Bridge dan Plato,” paparnya.

Sementara itu, Sugiyartanto menyebutkan tahapan-tahapan mengenai prediksi dari program pemeliharaan jalan dan peningkatan kinerja jaringan jalan dalam Industri 4.0, diantaranya digitalisasi dokumen dan disimpan di cloud services Pusdatin, perbaikan bertahap kualitas pengumpulan data dari visual manual dengan otomatisasi, merintis data real time terkait volume dan beban lalu lintas, serta konsesi jalan dan jembatan dengan pemasangan sensor.

“Menggunakan machine learning untuk mengelola data yang terkumpul, menggunakan software COTS (Commercial-off-the-shelf) berbasis web untuk asset management jalan, jembatan dan keselamatan. Kemudian yang terakhir, yakni memanfaatkan artificial intelegent untuk decision support system,” pungkas Sugiyartanto.

Penulis: Anindita, Anisa