Neraca Dagang RI Masih Surplus dengan AS tapi Tekor Sama China

Foto/Ilustrasi: Grandyos Zafna

Jakarta – Neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2019 tercatat surplus US$ 330 juta. Capaian itu juga menyudahi rentetan defisit selama empat bulan terakhir sejak Oktober 2018.

Namun, tren positif kinerja perdagangan Indonesia hanya surplus ke beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS), India, dan Belanda. Sedangkan dengan China, Thailand, dan Jepang masih tekor alias defisit.

“Neraca perdagangan degan beberapa negara kita masih surplus. Seperti dengan Amerika masih surplus, dengan India juga masih surplus, dengan Belanda juga masih surplus,” kata Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019).

Neraca perdagangan Indonesia dengan AS secara kumulatif atau sepanjang Januari-Februari 2019 tercatat surplus US$ 1,51 miliar. Sedangkan dengan India tercatat surplus US$ 1,23 miliar, dan Belanda surplus US$ 412 juta.

Sedangkan dengan China, neraca perdagangan nasional tekor US$ 3,93 miliar selama Januari-Februari 2019. Lalu, dengan Thailand defisit sebesar US$ 622 juta, dan dengan Jepang defisit sebesar US$ 413 juta.

“Sebaliknya, kita defisit paling dalam dengan Tiongkok selama Januari-Februari, lalu Thailand kita masih defisit, dan Jepang juga kita masih defisit,” ungkap dia.

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus pada Februari 2019. Besaran surplus sebesar US$ 330 juta.

Surplus neraca perdagangan terjadi karena ekspor yang lebih besar dari impor. Nilai ekspor pada Februari tahun ini sebesar US$ 12,53 miliar dan impor US$ 12,20 miliar. (hek/ara)

Sumber: Kusuma, Hendra. (2019). Dikutip dari detik.com