Rencanakan Anggaran Mudik agar Tak Menguras Kantong

Foto/Ilustrasi: KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA
PT Kereta Api Indonesia Persero (PT KAI) per 25 Februari 2019 lalu sudah membuka layanan pemesanan tiket mudik lebaran. PT KAI pun mengatur jadwal pemesanan sesuai dengan jadwal keberangkatan.

Pada tanggal 25 Februari tersebut, tiket yang dijual merupakan tiket keberangkatan H-10 lebaran atau untuk 26 Mei 2019. Sementara, untuk keberangkatan H-3 lebaran yang jatuh pada 2 Juni 2019, tiket bisa dipesan pada 4 Maret 2019.

Dijualnya tiket mudik lebaran oleh PT KAI ini menunjukkan, bahwa masyarakat memang harus sudah merencanakan mudik lebaran sejak jauh-jauh hari, terutama dari sisi anggaran.

PT KAI membatasi penjualan tiket mudik lebaran kali ini haya 247.010 tiket yang dijual per hari. Pasalnya, KAI hanya akan mengoperasikan 356 kereta api reguler, namun akan ditambahkan 50 kereta jika animo masyarakat tinggi. Karena itu, masyarakat perlu untuk berlomba-lomba agar tak kehabisan tiket.

Perencana Keuangan ZAP Finance Prita Hapsari Ghozie mengatakan, seseorang tidak bisa hanya mengandalkan Tabungan Hari Raya (THR) yang digelontorkan oleh kantor saja untuk menyiapkan anggaran mudik lebaran.

Menurutnya, alangkah lebih baik seseorang menyiapkan anggaran mudik lebaran dari jauh hari. “Setiap tahun calon pemudik memang sebaiknya mempersiapkan anggaran dari jauh-jauh hari dan tidak hanya mengandalkan THR semata,” ujar Prita ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (26/2/2019).

THR untuk Biaya Hidup Selama Mudik Menurut Prita, penggunaan THR untuk dana mudik memang tak dilarang, hanya saja akan lebih baik jika THR digunakan sebagai biaya hidup selama berada di kampung halaman.

Memilih Moda Transportasi

Hal pertama yang menjadi penting untuk merencanakan anggaran meudik lebaran adalah menentukan moda transportasi yang akan digunakan untuk mudik. Sebab, jenis transportasi akan menentukan berapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk mudik.

Mencicil Pembayaran Tiket

Selain itu, mencicil tiket tansportasi juga bisa dilakukan. Namun, Prita menegaskan untuk mencicil tiket mudik, seseorang harus segera melunasinya sebelum berangkat mudik lebaran. “Pembeli tiket pesawat dan KA dapat dibantu dengan sistem cicilan. Namun, upayakan sudah lunas saat berangkat mudik,” jelas dia.

Memanfaatkan Promo

Prita pun menjelaskan, masyarakat juga harus cerdas memanfaatkan momentum-momentum promo yang kerap ditawarkan oleh penyedia jasa layanan transportasi mudik. Dengan demikian, masyarakat bisa menekan anggaran mudik. “Gunakan bantuan promo dari poin loyalty, tukar poin, cashback, dan lain-lain agar dapat mengurangi biaya,” ujar dia.

Sumber: Fauzia, Mutia. (2019). Dikutip dari kompas.com